Jumat, 23 September 2011

10 Hal yang Tidak Bisa Dibeli Dengan Uang......

10 Hal yang Tidak Bisa Dibeli Dengan Uang......

 
1. Waktu
Uang tidak akan bisa mengembalikan waktu yang telah berlalu. Setelah hari berganti, maka waktu 24jam tersebut akan hilang dan tidak akan mukin akan kembali lagi. Karena itu gunakan setiap kesempatan yang ada untuk menytakan perhatian dan kasih sayang anda kepada orang yang sangat anda sayang dan anda cintai, sebelum waktu itu berlalu dan anda menyesalinya.
2. Kebahagiaan (Personal)
Memang kedengarannya aneh, Tetapi inilah kenyataannya. Uang memang bisa membuat anda merasa senang karena anda bisa membiayai liburan mewah, memberi laptop dengan fasilitas yang sangat modern, atau modifikasi mobil balap. Tapi uang tidak bisa menghadirkan secercah kebahagiaan dari dalam lubuk hati kita.
3. Kebahagiaan Anak
Untuk membelikan makan dan pakaian yang bagus – bagus untuk anak tercinta memang membutuhkan uang. Tapi anda tidak bisa menggunakan uang untuk memberi rasa aman, tanggung jawab, sikap yang baik serta kepandaian pada anak anda. Hal ini merupakan buah dari waktu dan perhatian yang anda curahkan untuk mereka dan hal – hal baik yang anda ajarkan. Uang memang membantu kita memenuhi aspek pengasuhan, tapi waktu telah membuktikan bahwa kebutuhan dasar tiap anak adalah berapa banyak waktu yang diberikan orangtuanya, bukan orangnya.
4. Cinta
Cinta tidak bisa dibeli dengan uang, akuilah hal ini benar. Memang dengan uang kita bisa membuat orang tertarik, tapi cinta berasal dari rasa saling menghargai, perhatian, berbagi pengalaman dan kesempatan untuk berkembang bersama. Itu sebabnya banyak pasangan yang menikah karena uang, tak bertahan lama.
5. Penerimaan
Untuk diterima oleh lingkungan pergaulan, Anda tak butuh uang. Bila Anda ingin diterima, fokuskan energi Anda untuk membuat diri Anda berharga bagi lingkungan sekitar dengan menjadi teman dalam suka dan duka.
6. Kesehatan
Kita butuh uang untuk mengongkosi biaya perawatan dan membeli obat, tapi uang tak bisa menggantikan kesehatan yang hilang. Itu sebabnya pepatah lebih baik mencegah daripada mengobati sebaiknya kita terapkan. Mulailah berolahraga, berhenti merokok, dan banyak hal lain yang pasti sudah Anda tahu.
7. Kesuksesan
Beberapa orang memang ada yang mencapai kesuksesan dengan menyuap, tapi ini adalah pengecualian. Kesuksesan hanya berasal dari kerja keras, kemauan, dan sedikit kemujuran. Ada aspek kecil dari usaha menuju sukses yang bisa didapatkan dengan uang, misalnya mengikuti pelatihan atau membeli peralatan, tapi sukses lebih banyak berasal dari usaha yang Anda lakukan sendiri.
8. Bakat
Kita dilahirkan dengan bakat tertentu. Dengan uang, yang bisa kita lakukan adalah mengasah bakat tersebut, misalnya belajar musik. Namun para ahli mengatakan, untuk menjadi ahli di bidangnya, kita membutuhkan bakat.
9. Sikap yang baik
Banyak orang yang kaya raya tapi sikapnya kasar dan ucapannya sinis. Tak sedikit orang sederhana yang tutur katanya sopan dan menunjukkan rasa hormat pada orang lain. Jadi, jumlah uang yang dimiliki bukan penentu sikap atau manner seseorang.
10. Kedamaian
Bila uang bisa membeli kedamaian, barangkali kita tak lagi mendengar tentang perang. Justru yang sering terjadi sebaliknya, uang lah yang menjadi sumber pertikaian dan permusuhan.

KITA RENUNGI BERSAMA

Damai itu indah Sahabat....
Mengapa kita mencari perbedaan dari persamaan?
Bukankah seharusnya kita mencari persamaan dari semua perbedaan yang ada.....

Semoga Bermanfaat

TUGAS PSL-511 (Ilmu Lingkungan) PPS IPSAL 2011 (20/09/2011)

Carilah PERSAMAAN dan PERBEDAAN dari :
  1. Undang-undang No 4 Tahun 1982 tentang Ketentuan Pokok Lingkungan Hidup
  2. Undang-undang No 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup
  3. Undang-undang No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Terima Kasih 

PENGUMUMAN PEMBUATAN KARTU IDENTITAS PPS IPSAL 2011 (20-09-2011)

Ddalam rangka persyaratan pembuatan Kartu Mahasiswa dan Perpustakaan PPS IPSAL 2011 Undana, seluruh Mahasiswa/i diminta menyiapkan :
1. Foto Diri berwarna (latarr merah kalau bisa supaya seragam)
    ukuran 2 x 3   = 2 lembar
    ukuran 3 x 4   = 2 lembar
2. Uang Administrasi Rp 25.000,-
Hari senin tgl 26 September 2011 diserahkan untuk di proses.

Terima kasih

PENGUMUMAN MATA KULIAH PSL-501 (20-9-2011)

Mahasiswa PPS IPSAL Tahun 2011 diminta membentuk kelompok/grup Ilmu Statistik  (4 - 5 Orang) untuk mata kuliah PSL-501 (Statistik Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan).
Pemilihan Anggota grup/kelompok diserahkan kepada mahasiswa/i PPS IPSAL 2011
Hari Senin Tgl.26 September 2011 nama-nama dan kelompok/grup tersebut diserahkan kepada Ketua Kelas.

Kamis, 22 September 2011

Serbuk Pahit

Serbuk Pahit

oleh Troy Makatita 
 
Hati orang bijak menjadikan mulutnya berakal budi dan menjadikan bibirnya lebih dapat meyakinkan.
Ada seorang tua bijak didatangi seorang pemuda yang sedang dirundung masalah.
Tanpa membuang waktu pemuda itu langsung menceritakan semua masalahnya.
Pak tua bijak hanya mendengarkan dengan seksama,
lalu ia mengambil segenggam serbuk pahit & meminta anak muda itu untuk mengambil segelas air.
Ditaburkannya serbuk pahit itu ke dalam gelas & di aduk perlahan.
"Coba minum ini & katakan bagaimana rasanya?" ujar pak tua
"Pahit sekali" jawab pemuda itu
Pak tua itu tersenyum, mengajak pemuda itu untuk berjalan ke tepi telaga dibelakang rumahnya.
Mereka berjalan berdampingan & akhirnya sampai ke tepi telaga yang tenang itu.
Sesampai disana, Pak tua itu kembali menaburkan serbuk pahit ketelaga itu & dengan sepotong kayu ia mengaduk -nya.
"Coba ambil air dari telaga ini & minumlah"
Saat si pemuda mereguk air itu, Pak tua bertanya lagi, "Bagaimana rasanya?"
"Segar" sahut si Pemuda
"Apakah kamu merasakan pahit di dalam air itu?" tanya pak tua
"Tidak" sahut Pemuda
Pak tua tertawa terbahak-bahak sambil berkata:
"Anak muda dengarkan baik-baik, pahitnya kehidupan sama seperti segenggam serbuk pahit ini, tak lebih tak kurang. Jumlah & rasa pahitnya pun sama & memang akan tetap sama.
Tapi kepahitan yang kita rasakan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki.
Kepahitan itu akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkannya.
Jadi saat Anda merasakan kepahitan & kegagalan dalam hidup, hanya ada satu yang Anda dapat lakukan :
- Lapangkanlah dadamu menerima semuanya itu,
- Luaskanlah hatimu utk menampung setiap kepahitan itu"
Pesan Moral :
Hatimu adalah wadah itu.
Perasaanmu adalah tempat itu.
Kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya.
"Jangan jadikan hatimu seperti 'Gelas', tapi buatlah laksana "TELAGA" yang mampu menampung setiap kepahitan itu & merubahnya menjadi kesegaran & kedamaian.." Gbu all















Rabu, 21 September 2011
















Kisah Seorang Anak Yang Kehilangan Uang Rp.10.000

Kisah Seorang Anak Yang Kehilangan Uang Rp.10.000

oleh Troy Makatita pada 09 Agustus 2011 jam 9:19
 
“Kenapa kamu menangis?” tanya pamannya dengan penuh kasih sayang.
“Uang saya hilang. Rp 10.000.” katanya sambil terisak-isak.
“Tenang saja, nich paman ganti yah… paman kasih Rp 10.000 buat kamu. Jangan menangis yah!” kata pamannya sambil menyerahkan selembar uang Rp 10.000. Namun, sia anak tetap saja menangis. Kenapa?
“Kenapa kamu masih menangis saja? Kan sudah diganti?” tanya pamannya.
“Kalau tidak hilang… uang saya sekarang Rp 20.000.” kata anak itu dan terus menangis.
Pamannya bingung…
“Terserah kamu saja dech….”, katanya sambil pergi.
Ayahnya yang baru pulang kantor mendapati anaknya masih menangis.
“Kenapa sayang? Koq menangis sich. Lihat mata kamu, sudah bengkak begitu. Nangis dari tadi yah?” tanyanya sambi menyeka air mata anaknya.
“Uang saya hilang Rp 10.000.” kata anaknya mengadu.
“Ooohhh. Lho itu punya uang Rp 10.000? Katanya hilang?” tanya ayahnya yang heran karena dia melihat anaknya memegang uang Rp 10.000
“Ini dari paman…. uang saya hilang. Kalau tidak hilang saya punya Rp 20.000.” jawabnya sambil terus menangis.
“Sudahlah…. nih ayah ganti. Ayah ganti dengan uang yang lebih besar. Ayah kasih kamu Rp 20.000. Jangan menangis lagi yah!” kata ayahnya sambil menyerahkan selembar uang Rp 20.000.
Si anak menerima uang itu. Tetapi masih tetap saja menangis. Ayahnya heran, kemudian bertanya lagi.
“Kenapa masih menangis saja? Kan sudah diganti?”
“Kalau tidak hilang, uang saya Rp 50.000.”
Ayahnya hanya geleng-geleng kepala.
“Kalau gitu dikasih berapa pun, kamu akan nangis terus.” sambil mengendong anaknya.
****
Dalam kenyataannya banyak orang yang memiliki sikap seperti anak tadi. Dia hanya melihat apa yang tidak ada, dia hanya melihat apa yang kurang, tanpa melihat sebenarnya dia sudah memiliki banyak hal. Sifat manusia yang selalu merasa kurang padahal nikmat Allah begitu banyaknya sudah dia terima.
Banyak orang mengeluh tidak bisa bisnis, sebab dia tidak punya uang untuk modal. Padahal modal hanyalah salah satu yang diperlukan dalam bisnis. Bisa jadi dia sudah punya waktu, punya tenaga, dan punya ilmu untuk bisnis. Namun dia tidak juga bertindak sebab dia hanya fokus melihat kekurangan, bukannya bertindak dengan memanfaatkan apa yang ada. Mulailah Bertindak Dari Yang Sudah Ada.
Bersyukurlah jika Anda merasa tersindir dengan dongeng motivasi diatas, artinya Anda perlu berubah sekarang.

Apa Tanggapan Anda...............

makalah tentang sabu (bahan kuliah mk. inventarisasi SDA, ipsal, Undana)

Strategi Pembangunan Pulau Sabu Dalam Perspektif Ekologi

Oleh
Ludji Michael Riwu Kaho
(disampaikan dalam pertemuan Permasa di Kupang, Mei 2005)

Jika orang membuka peta Indonesia pada skala 1: 13.000.000 atau lebih maka hampir dapat dipastikan Pulau Sabu tidak ditemukan di sana. Penyebab satu hal saja, Pulau Sabu berukuran sangat kecil. Bahkan, bukan saja sangat kecil tetapi juga sangat terisolir. Keadaan ini tidak harus dijadikan alasan untuk bermuram durja. Sebaliknya, harus dijadikan tantangan untuk mengatasi kompleks permasalahan yang terjadi akibat situasi demikian.

Pulau Sabu dalam Perspektif Konsep Pulau Biogeogafi

Isolasi dan ukuran lingkungan adalah suatu istilah yang berkaitan dengan teori pulau biogeografi, yaitu suatu wilayah yang merupakan habitat suatu jenis organisme (Soemarwoto, 1992; Smith dan Smith, 2000). Pulau Biogeografi dapat berupa sebuah pulau di tengah lautan, atau dapat pula sebuah habitat di tengah suatu wilayah tetapi memiliki sifat yang berlainan dengan rata-rata umum. Teori ini mengamanatkan bahwa stabilitas suatu habitat (pulau) ditentukan oleh keanekaragaman pulau itu sendiri. Makin tingi keanekaragaman, maknin tinggi pula stabilitas ekosistemnya dan sebaliknya. Tingkat keanekaragaman pulau sendiri pada dasarnya ditentukan oleh dua hal, yaitu luas pulau dan jarak pulau dengan pulau besar yang merupakan sumber bagi keanekaragaman. Bentuk dan letak geografis Pulau Sabu tampaknya tidak memenuhi persyaratan habitat yang stabil. Smith dan Smith memperkirakan tentang ukuran minimal pulau yang stabil, yaitu seukuran pulau Benua (> 50.000 km2) dan jarak dari pulau sumber sekitar 2 – 5 km.

Pulau Sabu dalam Perspektif hukum dasar Ilmu Lingkungan

Stabilitas suatu ekosistem pada dasarnya tunduk kepada bunyi hukum I dan II Thermodinamika yang secara sangat sederhana berbunyi bahwa energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan hanya dapat dialih bentukkan (Hk. I) serta sistem yang terisolir dari sumber energi akan mengalami kerusakan (entropi) yang meningkat (Hk. II) (McNaughton dan Wolf, 1990; Smith dan Smith, 2000).

Posisi geografis Pulau Sabu yang terisolir mendekatkan ekosistem Pulau Sabu kepada kondisi yang diamanatkan oleh bunyi hukum II thermodinamika di atas. Dengan demikian Pulau Sabu telah dan akan selalu diperhadapkan dengan permasalahan lingkungan yang terjadi secara alami, karena keterisoliran wilayahnya. Dampak dari fenomena ini mudah terlihat pada kasus ketergantungan suplai energi BBM dari daerah lain di sekitarnya. Tanpa pasokan BBM atau bahan pokok yang kontinyu dari Kupang, penduduk Pulau Sabu akan sangat menderita.

Pulau Sabu dalam Perspektif Keanekaragaman Ekologi dan Konsep Endemisme

Untuk memudahkan memahami makna keanekaragaman adalah ilustrasi berikut ini: suatu tim sepakbola yang baik harus terdiri atas 11 orang dengan fungsi masing-masing. Ada 1 penjaga gawang, serta beberapa pemain lainnya yang berfungsi sebagai pemain bertahan, pemain tengah dan penyerang. Tim seperti ini disebut tim dengan keaanekaragaman yang tinggi. Jika 11 orang tersebut adalah penjaga gawang semua atau penyerang semua maka walaupun jumlah tim ini lengkap tetapi tim ini disebut berkeanekaragaman yang rendah dan sulit untuk menang karena hanya satu fungsi saja yang berjalan. Lebih celaka lagi jika tim sepak bola tersebut terkena kartu merah dan 6 orang pemainnya harus keluar lapangan. Tinggal 5 orang di lapangan. Maka sudah pasti yang terjadi adalah jumlah pemain berkurang, posisi pemain juga berkurang. Tim ini dapat dikatakan memiliki keanekaragaman yang rendah dan mungkin jelek. Tim ini sangat mudah untuk dikalahkan.

Secara alami keanekaragam hayati ditentukan oleh dua hal, yaitu ukuran pulau dan jarak pulau dari pula lain sebagai sumber keanekaragaman. Jadi, keanekaragaman pada dasarnya merupakan konsekuensi dari teori pulau biogeografi. Pulau yang kecil dan terisolir akan memiliki tingkat keanekaragaaman yang rendah. Sebaliknya pulau yang kecil dan terisolir akan memiliki fenomena endemisme yang tinggi, yaitu adanya jenis-jenis spesifik yang hanya hidup di habitat tertentu. Di luar habitatnya, jenis tersebut tidak ditemukan. Misalnya, komodo di Pulau Komodo. Di luar komodo hanya dijumpai di dalam kandang di kebun binatang. Dalam banyak kasus di savana Afrika yang bersifat pulau, kepunahan jenis endemik berkorelasi postif dengan proses kepunahan seluruh ekosistem tersebut (Ewusie, 1990). Karena itu penurunan populasi flora dan fauna, misalnya penurunan populasi tuak (Borassus flabelifer) atau penyu sisik ((Eretmochelys imbricata) yang dikonsumsi masyarakat Sabu boleh dipahami bahayanya hanya dari konteks keamanan pangan melainkan juga stabilitasi ekosistem pulau Sabu dalam skala yang lebih luas.

Selain faktor utama di atas, maka faktor lain yang menjadi ko-faktor pendukung keanekaragaman adalah faktor-faktor klimatik dan edafik. Iklim Sabu tampaknya ditandai oleh tipe iklim kering dengan curah hujan tahun berkisar antara 1000 – 1200 mm/tahun. Dengan suhu rata-rata 30.5 0C dan lama penyinaran sampai 11.5 jam per hari maka evporasi dan pengoksidasian tanah merupakan fenomena normal. Robert Riwu Kaho (2000) mencatat bahwa di bagian utara Pulau Sabu tanah lebih basah dan terdapat beberapa sumber mata air yang besar tetapi di bagian selatan Pulau Sabu tidak. Namun demikian, keadaan tanah secara umum ditandai oleh tanah-tanah berkapur (kartz) yang sulit menyimpan air dan berbukit-bukit yang memudahkan erosi. Ketinggian (altitude) tertinggi sekitar 250-500 m dpl yang menyebabkan tidak ada sumber hujan yang terjadi secar orografis. Singkat kata kondisi klimatik dan edafik Pulau Sabu kurang kondusif bagi perkembangan ekosistem yang stabil. Schimdt dan Schmidt (2000) memperingatkan bahwa perilaku wilderness merupakan fenomena integral dalam perilaku organisme endemik.

Bagaimana seharusnya Pulau Sabu dibangun dalam Perspektif Ekologi

Secara ekologis, masalah keterisoliran ekologi dapat diatasi dengan jalan meningkatkan arus informasi dan meningkatkan daya dukung lingkungan. Oleh karena itu, strtegi eklogi yang biasanya dimiliki oleh organisme ketika menghadapi cekaman lingkuhngan perlu ditiru, yaitu teknik menghindar (avoidance), ameliorasi (meelakukan pengubahsuaian) dan adapatasi. Dengan memperhatikan kondisi ekologi di atas maka beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam membangun Pulau Sabu, yaitu :

1. Membangun dalam pola pemberdayaan masyarakat secara mandiri (community-based-development-program). Dalam pola ini maka ketahanan masyarakat terhadap berbagai pola perubahan lingkungan dapat ditingkatkan. Untuk itu, revitalisasi dan reaktualisasi kearifan lokal perlu diupayakan. Pola ini merupakan implimentasi prinsip adaptasi karena semua kearifan lokal pada dasarnya merupakan kumpulan pengetahuan yang terbentuk dalam jangka waktu yang sangat lama dan hal itu menunjukkan potensi daya adaptasi.
2. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengunaan sumberdaya alam. Dalam kerangka ini maka pola-pola rehabilitasi, konservasi, daur ulang, budidaya terhadap sumber-sumberdaya potensial dan pendidikan bagi pengguna (user) perlu dikerjakan. Pola ini merupakan implimentasi prinsip penghindaran.
3. Open communication berupa teknik CIS (creativity, integrity dan sustainability) merupakan pilihan rasional. Filosofi dalam sistem ini adalah keterbukaan. Termasuk dalam cara ini adalah perbaikan terhadap infrastruktur seperti pelabuhan laut, lapangan udara, jalan-jalan yang menembus daerah-daerah sulit, sarana komunikasi seperti radio, telefon dan lain-lain. Pengembangan sektor pariwisata juga merupakan salah satu bentuk imlementasi sistem ini. Satu usulan yang terkait dengan model CIS adalah pemberdayaan sumber-sumber kapital yang berasal dari orang Sabu yang tidak tinggal di Sabu dan bersebaran dimana-mana. Pola ini merupakan implimentasi prinsip gabungan antara ameliorasi dan adaptasi.

Kepustakaan

Ewusie, Y.J. 1990. Pengantar Ekologi Tropika. Ganesha ITB, Bandung
McNaughton, S.J., dan L.L. Wolf. 1990. Ekologi Umum. Gadjah Mada University Press, Jogjakarta.

Riwu Kaho, R. 2000. Orang Sabu dan Budayanya. GMIT, Kupang

Smith, R.L., and T.M. Smith. 2000. Elements of Ecology. Community Science Publising, San Fransisco, CA.

Soemarwoto, O. 1992. Indonesia dalam Kancah Isu-Isu Lingkungan Global. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Ternyata Tanggal 23 Agustus ada Tugas dari Pak Mikhael Riwu Kaho.....Tolong di konfirmasi Teman2.....

Selasa, 23 Agustus 2011


TUGAS Matrikulasi STATISTIKA, IPASL 2011

Dear All,
Berikut ini adalah sekumpulan data yang harus anda olah. Tentukanlah ciri-ciri dari populasi atau sampel ini. Kumpulkan di akhir jam kuliah pada hari Rabu, 24 Agustus 2011

Data: Hasil ujian tengah semester MK Dasar Ekologi Prodi X, PPS Universitas Y
79
49
48
74
81
98
87
80
80
84
90
70
91
93
82
78
70
71
92
38
56
81
73
74
68
72
85
51
65
93
83
86
90
35
83
73
74
43
86
68
92
93
76
71
90
72
67
75
80
91
61
72
97
91
88
81
70
74
99
95
80
59
71
77
63
60
83
82
60
67
89
63
76
63
88
70
66
88
79
75

Apa Tanggapan Anda..................